Senin, 15 Februari 2010

MUI Larang Perayaan Valentine

Okupansi Hotel Meningkat

BANYUWANGI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi dengan tegas melarang warga muslim mengikuti perayaan hari kasih sayang atau Valentine, 14 Februari 2010. Menurut pandangan MUI, fenomena hari kasih sayang itu sudah menyimpang dari filosofinya, meski tidak diharamkan.

Sekretaris MUI Banyuwangi Nur Chozin mengatakan, Valentine itu berasal dari negara barat. Sehingga setiap datangnya hari kasih sayang selalu dirayakan oleh masyarakat seluruh dunia dengan berpijak pada sisi humanis. Artinya, perayaan hari kasih sayang diartikan dengan aksi yang mendasarkan pada bentuk kasih sayang antarmanusia. "Aturan inilah yang kerap disalahtafsirkan di masyarakat di Indonesia. Terlebih hari Valentine sendiri bukanlah budaya negara ini," tuturnya kepada RaBa, kemarin (13/2).

Perbandingan Alquran & Alkitab Kristian

Jika dibandingkan dengan kitab-kitab yang terdahulu – Taurat, Zabur, Injil- maka Al-Qur’anlah yang paling bisa dikatakan lebih otentik karena beberapa hal :
  • Ditulis saat Rasulullah masih hidup, dengan larangan penulisan masalah lainnya yaitu hadits, sehingga kemungkinan adanya pencampuran adalah kecil. Sementara yang lain seperti Perjanjian Lama yang merupakan himpunan kitab/fasal, ditulis selama lebih dari dua abad setelah musnahnya teks asli pada zm. Nebukadnezar, yang ditulis kembali berdasarkan ingatan semata oleh seorang pendeta Yahudi yang bernama Ezra dan dilanjutkan oleh pendeta – pendeta Yahudi atas perintah raja Persia , Cyrus pada tahun 538 sebelum Masehi.
  • Al-Qur’an masih memakai bahasa asli sejak wahyu diturunkan yaitu Arab, bukan terjemahan. Bagaimanapun terjemah telah mengurangi keotentikan suatu teks.
  • Bibel sampai ketangan umatnya dengan Bahasa Latin Romawi. Bahasa Ash Taurat adalah Ibrani, sedang bahasa Ash Injil adalah Aramaik. Keduanya disajikan bersama dalam paket Bibel berbahasa Latin yang disimpan dan disajikan untuk masing-masing negara melalui bahasanya sendiri-sendiri, dengan wewenang penuh untuk mengubah dan mengganti sesuai keinginan.
  • Al-Qur’an banyak dihafal oleh umat Islam dari zaman Rasulullah sampai saat ini. Sedangkan Bibel, boleh dibilang tidak ada. Jangankan dihapal, di Indonesia sendiri Bibel umat Katolik baru boleh dibaca oleh umatnya pada tahun 1980
  • Materi Al-Qur’an tidak bertentangan dengan akal, dan relevan sepanjang masa. Sementara Bibel mengandung banyak hal-hal yang tidak masuk akal dan mengandung pornografi. Seperti berikut ini :

Minggu, 14 Februari 2010

Sekelumit Ringkasan Pidato Terakhir Rosulullah S.A.W

 Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji yang terakhir pada tahun ke 10 Hijriyah dengan diikuti oleh 124.000 Mukmin. Beliau menyampaikan khutbah bersejarah di padang Arafah pada hari ke-9 bulan Dzulhijah, sambil berdiri di Jabal Rahmah, menjelang waktu shalat Dzuhur.

Bilal ra dan Rabiah bin Khalaf mengulangi kalimat-kalimat Rasulullah SAW untuk para jamaah yang berada jauh dari tempat berdiri Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW berwasiat, “Perhatikanlah dengan seksama yang aku sampaikan kepadamu, sebab mungkin saja hari ini adalah kali terakhir pertemuanku dengan kalian semua di tempat ini.

Jika kalian semua takut kepada Allah SWT dan mentaati Allah SWT, Dia akan  memelihara keselamatan hidupmu, harta-bendamu, dan kehormatanmu sampai tiba saatnya Dia memanggilmu kembali kepada-Nya.”

Sampai disini, Nabi SAW bertanya kepada para jamaah, “Sudahkah aku tunaikan tugasku sebagai pembawa risalah kepada kalian? Wahai Allah, sudahkah aku tunaikan tugas yang telah Engkau amanatkan kepadaku?”

Mengenal Allah S.W.T

Manusia makhluk Allah yang mulia, diciptakan dan diberi ilmu pengetahuan sehingga mengalahkan sekalian makhluk yang ada, lalu dengannya Allah memerintahkan para Malaikat bersujud kepada Adam, malaikatpun mentaati perintah tersebut.
Demikianlah pentingnya ilmu tersebut, para malaikat dan Iblis diperintahkan bersujud kepada Adam, Malaikat bersujud dan Iblis enggan, karenanyalah Allah mengutuknya dan menjadikannya kafir, Allah berfirman mengisahkan hal itu:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Surah Al-Baqarah 2:34).

Melihat hal ini, tentunya kita semua harus bersyukur kepada Allah dan tidak ingin merugi, seperti Iblis tersebut. Untuk itu Allah perintahkan kita untuk berilmu, beramal, berdakwah dan bersabar, sebagai jalan menuju kebahagian dan keuntungan.

Allah berfirman:

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Surah Al-Asr 103:1-3)

Berilmu dengan mengenal Allah, Rasul dan AgamaNya, tiga hal yang akan dipertanyakan didalam kubur nanti, sebagaimana sabda Nabi :