Senin, 15 Februari 2010

MUI Larang Perayaan Valentine

Okupansi Hotel Meningkat

BANYUWANGI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi dengan tegas melarang warga muslim mengikuti perayaan hari kasih sayang atau Valentine, 14 Februari 2010. Menurut pandangan MUI, fenomena hari kasih sayang itu sudah menyimpang dari filosofinya, meski tidak diharamkan.

Sekretaris MUI Banyuwangi Nur Chozin mengatakan, Valentine itu berasal dari negara barat. Sehingga setiap datangnya hari kasih sayang selalu dirayakan oleh masyarakat seluruh dunia dengan berpijak pada sisi humanis. Artinya, perayaan hari kasih sayang diartikan dengan aksi yang mendasarkan pada bentuk kasih sayang antarmanusia. "Aturan inilah yang kerap disalahtafsirkan di masyarakat di Indonesia. Terlebih hari Valentine sendiri bukanlah budaya negara ini," tuturnya kepada RaBa, kemarin (13/2).



MUI mengimbau dan mengajak umat Islam tidak ikut-ikutan dalam perayaan Valentine. "Terutama para remaja pria dan wanita,,'' imbaunya.

Chozin menambahkan, hari kasih sayang dalam misinya tidak sesuai budaya Indonesia dan bertentangan dengan ajaran Islam. Agama Islam hanya membolehkan sayang-sayangan bagi pria dan wanita yang dilandasi perkawinan. Atau curahan kasih sayang dari seorang ibu ke anaknya. Dalam praktiknya, imbuh dia, Valentine justru menjadi pelampiasan kasih sayang dilakukan remaja pria dan wanita yang sedang pacaran. "Jelas hal ini perbuatan haram yang harus dihindari,'' cetusnya.

Mestinya, lanjut Chozin, bentuk kasih sayang diwujudkan dengan aksi sosial. Seperti berkunjung ke panti asuhan, yatim piatu, panti jompo, dan menyantuni anak jalanan. "Atau memberikan sumbangan kepada orang-orang yang membutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu, tingkat hunian beberapa hotel di Banyuwangi akhir pekan ini mengalami peningkatan. Fenomena itu disinyalir karena ada dua acara istimewa pada hari Minggu (14/2) ini. Yakni, perayaan Imlek dan Valentine.

Darma, resepsionis Hotel Mirah mengakui, terjadi peningkatan jumlah tamu yang menginap. Pada hari biasa, kamar yang terisi tamu berkisar 20 sampai 40 kamar per hari. Tetapi kemarin (13/2), beber dia, jumlah kamar yang terisi mencapai 55 kamar. "Di sini ada 109 kamar," ungkap bujangan yang sudah lima bulan bekerja di hotel tersebut, kemarin.

Sabar Situmeang, manajer personalia Hotel Berlian Abadi juga mengakui, ada peningkatan tamu akhir pekan ini. Dari 50 kamar yang ada sudah terisi 27 kamar. "Okupansinya cukup meningkat," ujar bapak dua anak itu.

Sumber : Radar Banyuwangi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar